Mencoba ekstrovert. Apa hasilnya ?

Hallo sahabat pena kembali lagi bersama saya. Semoga sehat selalu ya, amiin. Disini saya akan membahas tentang bagaimana sih rasanya mencoba ekstrovert ?.Yap ini pernah saya alami saat awal naik kelas dua sekolah menengah atas, bertepatan dengan penerimaan anggota osis termasuk saya didalamnya. 

Dimana anggota osis diharuskan untuk giat dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Jadi mau tidak mau saya harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Bukan tanpa alasan saya mau ikut keanggotaan osis. Namun hal mendasar saya mau ikut keanggotaan osis karena mereka terlihat percaya diri dan tidak kaku dalam hal bersosialisasi. 

Jadi dari pandangan itu, saya mau ikut keanggotaan. Yaaa bukan Introvert namanya jika tanpa bertimbangan matang. Kritis dan dramatis adalah salah satu tipe Introvert, bertanya dalam diri sendiri seperti kenapa harus ikut?, waktu mu akan terbuang tidak jika kamu ikut?, bagaimana dengan rencanamu yang itu?. Blablabla..

Haha jangan kaget ya sahabat pena, tapi memang begitulah adanya. Namun dari situ saya belajar dan mengambil kesimpulan bahwa “jika itu untuk kebaikan, kenapa tidak” ditambah bob sadino pernah berkata “berhenti membuat rencana. LAKUKAN”. 

Awalnya saya merasa sedikit terganggu dan terbebani, karena hampir setiap hari rapat selalu diadakan ketika jam sekolah telah usai. Rencana demi rencana kami ceritakan dan langkah selanjutnya itu mau seperti apa. Bahkan saya sempat berfikir “apa bedanya dengan saya, sayapun sering membuat rencana seperti ini ?” 

Saya harus tau bahwa semua memang butuh proses agar bisa beradaptasi di lingkungan yang baru, jadi saya tidak lantas keluar dari keanggotaan karena asik rapat yang bahkan saya tak tahu harus berbuat apa nantinya.

Lambat laun saya mulai bisa beradaptasi dengan ini. Hal pertama yang saya rasakan adalah bisa keluar ketika jam pelajaran berlangsung dengan alasan “permisi bu ada rapat osis hari ini, jadi saya disuruh kumpul”. 

Namun saya berfikir, keluar jam pelajaran adalah hal yang menyeleweng, apalagi menggunakan osis sebagai alasan. Ini jelas berbeda dari tujuan awal. Hmmm dasar terlalu formal kau Introvert.

Banyak juga yang kaget atau merasa heran denganku waktu itu. Seperti “ko kamu bisa kenal si ini sih?, yud kamu lagi kesambet setan apa’an. Blablabla”. Ya wajar saja, teman sekelas memang yang terbaik jika masalah kepribadian satu sama lain. Tak apa saya tak heran.

Hari yang ditungu-tungu pun tiba, dimana yang setiap hari dirapatkan dan direncanakan di sekolah, telah siap untuk direncanakan. Seperti kegiatan dalam rangka kemerdekaan 17 agustus. 

Tahun kemarin, saya hanya duduk depan kelas sembari melihat mereka yang berlomba, karena lomba agustus itu biasanya diikuti oleh peserta yang semangat dan antusiasme tinggi. Sedangkan saya pasti menjadi selalu terpinggirkan di kelas, yaa pendukung untuk kelas aja biasanya. Huhukss sedih aku tuh..

Namun tahun ini. Saya menjadi panitia di perlombaan di sekolah. “Wuahaha kalian sekarang yang memohon untuk ikut wahai kawan” dalam hati saya bersuara. 

Haha unik dan luar biasa sekali. Tanpa sadar saya menjadi seseorang yang berbeda. Dalam hati saya sering berkata “mungkin ini asiknya ekstrovert” dimana membuat rencana bersama, melakukan bersama dengan berbagai macam sudut pandang yang berbeda, bisa membuat rancangan acara yang meriah di sekolah.

Saya lantas berpendapat bahwa, menjadi apapun itu sangatlah istimewa, asal kita mau bersyukur dan menikmatinya. Mungkin suatu hari saya akan sedikit menjadi pribadi yang terbuka, siapa tau ada hal menarik lainnya yang bisa saya dapatkan.

Oke terimakasih sudah membaca hingga akhir. Inti dari cerita ini adalah lingkungan sangatlah mendukung untuk merubah kepribadian. Namun niat dalam diri itu lebih penting agar semua keinginan bisa terlaksana dengan ikhlas. Dengan adanya tujuan yang ingin kita capai, akan ada hal-hal baru yang akan kita rasakan.

https://youtu.be/d94m7Uw0Kx

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s